Merayakan Harkitnas Ke-103
Hari ini dikantor ada Upacara Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional, rasanya memang agak aneh, karena terakhir kali saya mengikuti upacara bendera waktu dulu duduk di bangku sekolah-kurang lebih 10 tahun yang lalu (lama sekali yaaa?)Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, Kebangkitan Nasional adalah masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
Lalu apa yang akan kita lakukan di jaman sekarang untuk Kebangkitan Nasional? Tema Harkitnas kali ini “DENGAN SEMANGAT HARKITNAS KE-103 TAHUN 2011, KITA WUJUDKAN KEBANGSAAN YANG BERKARAKTER, BERSATU DAN BERDAYA SAING MENUJU MASYARAKAT YANG SEJAHTERA”
Kebangsaan yang berkarakter – apa itu? Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah (Wikipedia). Sedangkan kata lain karakter adalah jati diri.
Jelas disini bahwa jati diri bangsa Indonesia adalah Pancasila. Mungkin boleh bilang, kebangsaan yang berkarakter adalah bangsa yang menjadikan Pancasila sebagai jati diri mereka. Bukan nama, bukan jabatan dan bukan kekayaan yang menjadi jati diri, tapi Pancasila.
Pancasila bukan cuma teks yang dibaca saat upacara, setelah itu gak ada makna. Justru nilai-nilai yang ada di dalamnya itulah yang seharusnya tercermin dalam kehidupan berbangsa kita. Kalau boleh jujur, selama 26 tahun saya berwarganegara Indonesia – hanya sebentar saja saya paham apa itu Pancasila, UUD’45 dan Kewarganegaraan – itupun saat saya masih anak bawang (duduk di bangku sekolah), selepas itu menginjak Mahasiswa sampai sekarang semua hal itu rasanya menguap entah kemana. Satu yang saya yakini, bahwa Pancasila mengajarkan nilai kebaikan sama halnya dengan Agama, pemahaman itu yang melekat di kepala sampai sekarang.
Seperti yang kita semua tahu, memang ajaran tentang Pancasila didapat saat kita mulai duduk dibangku sekolah dasar, tapi kenapa kurikulum sekolah malah dipangkas, akan dihilangkan malah, apa ini yang namanya peningkatan mutu? Mutu siapa sebenarnya yang ditingkatkan? Saya kurang tahu, apa benar sekarang ini mata pelajaran PPKN (Pancasila & Kewarganegaraan) dan Budi Pekerti benar-benar sudah ‘lenyap’ dari kurikulum sekolah?? Kalau memang iya, jangan salahkan bangsa-nya jika tidak berkepribadian atau memiliki jati diri *sedih*
Bagaimana bisa kita menjadi bangsa yang berkarakter, kalau ajaran-nya saja dihapus, apalagi jika pelajaran Pancasila yang dihilangkan. Sama saja kita membunuh bangsa sendiri, lain halnya kalau memang kita ingin dibilang sebagai negara komunis. Well, go ahead.
kebetulan sewaktu saya lagi googling ada postingan terkait hal diatas, bagus deh – for your reference guys’ –> Pendidikan Pancasila dihapus Pendidikan Moral Pupus
Bangsa Indonesia saat ini berada di ujung tanduk karena kehilangan jati dirinya. Suka tidak suka, bangsa ini memiliki karakter sebagai pembantu rumah tangga. Untuk mengembalikan karakter yang hilang, Bangsa Indonesia harus memusatkan perhatiannya pada pendidikan yang tidak hanya terfokus pada knowledge (pengetahuan) tetapi pada sincerity (ketulusan) – demikian diungkapkan Ketua Umum Yayasan Jati Diri Bangsa, Brigjen TNI (Purn) Soemarno Soedarsono
Oke! Jadi, mari kita tarik kesimpulan:
Untuk mewujudkan suatu bangsa yang berkarakter dan berdaya saing – pendidikan adalah kunci utamanya, ajaran Pancasila, Kewarganegaraan dan Budi Pekerti sebaiknya tetap ada disemua kurikulum pendidikan (SD-SMP-SMA-PERGURUAN TINGGI) – karena bagaimanapun juga anak-anak dan generasi muda-lah penerus bangsa berikutnya – jangan sampai deh kita menghilangkan ajaran yang paling esential/ penting untuk kemajuan suatu bangsa.
Sekian postingan hari ini – #pray semoga Indonesia menjadi lebih baik ^_^v
bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya

0 komentar: