Selingkuh | Affair #2

17.10 Winda Scorfi 0 Comments

masih terkait postingan sebelumnya – Selingkuh

kenapa sampai saya harus membuat sekuel postingan untuk topik satu ini (yah, karena memang saya suka topik ini, what else?) ^_^

bagaimana mungkin saya suka dengan topik seperti ini? yah, pertama ini bukan hal aneh, kedua sejauh mata saya memandang ‘dunia tempat saya berpijak’ banyak pelaku sekaligus korban perselingkuhan, ketiga – i guess i’m good in this topik, hehe ^_^

beberapa ‘masa yang silam’ salah satu teman saya bercerita tentang ‘keruwetan’ hatinya – pasangan yang sangat dia cintai, kagumi dan percaya – ternyata menyakitinya dengan berselingkuh, ada juga salah satu teman saya yang mempunyai posisi sangat bagus di perusahaan dan beberapa teman saya yang tidak memiliki posisi, juga memilih selingkuh, belum lagi saudara jauh saya – lebih rela menjadi istri kedua without legality dan masih saudara saya juga – rela menjadi istri kesekian seorang laki-laki sampai memiliki seorang anak.

see..this ‘trend’ is so real..

apa saya harus menyalahkan mereka yang menyakiti pasangannya? atau menyalahkan pihak ketiga yang hadir diantara pasangan sah? as i know, bukan ‘hak’ kita untuk menyalahkan, mengumpat atau menghujat seseorang. karena kita tidak tahu persis apa yang sedang terjadi, right? (don’t judge a book from its cover) – saya sendiri waktu bertanya ke salah satu dari teman saya (pelaku) – mereka hanya bilang – ada jiwa petualang saya yang gak bisa dilawan (yang satu ini berpikir bahwa selingkuh akan membuatnya stay alive – karena memicu adrenalin) okay, whatever. Gak sedikit juga yang ketika saya tanya alasan kenapa mereka rela menjadi pelaku perselingkuhan adalah CINTA (agak klise kalau menurut saya, tapi ya sudahlah). Yang gak saya temukan adalah jawaban – rumah saya tidak harmonis jadi saya selingkuh – gak satupun dari mereka memberikan jawaban itu – justru sebaliknya, rumah tangga mereka baik-baik saja. Amazing, huh?!

sampai sekarang saya masih kepikiran sama salah satu teman saya yang jadi korban – dia begitu membenci yang namanya perselingkuhan – secara gak langsung dia sedikit tidak menyukai saya (karena cara pandang saya tentang perselingkuhan) – sepertinya dia begitu tersakiti tapi apa benar begitu? umm..sebaiknya kita lewati bagian membicarakan hal ini ya? ^_^v

i just want to say:

buat yang sudah setia dengan pasangannya – keep it stay, buat yang belum – lakukanlah sesukamu, asal JANGAN sampai ketahuan, karena kalau sampai ketahuan – begitu banyak luka yang tersebar, trust me! buat pihak ke tiga (pelaku) – be realistic, gak selamanya kalian bisa bertahan di dunia yang semu, buat korban – look what you have, don’t give up apalagi bunuh diri (so stupid), be strong..

0 komentar: