Tepo Seliro Metropolitan

17.01 Winda Scorfi 0 Comments

Filsafat kuno Jawa yang sudah turun menurun di kehidupan kita sampai saat ini rupanya sudah mulai kehilangan penggemar dan keagungannya, paling tidak itu yang saya lihat di kehidupan perkotaan kita.

Tepo Seliro yang menurut istilah Jawa artinya tenggang rasa ini sangat akrab ditelinga juga kepala pada saat kita masih duduk dibangku sekolah dasar dulu. Herannya kenapa setelah menjadi manusia dewasa, modern dan berintelektual, nilai tepo seliro mendadak raib entah kemana. Tidak ada empati apalagi tenggang rasa, diganti dengan sikap acuh, egois dan mau benar sendiri. Saya merasa sedang berada di dunia lain, bukan lagi Indonesia yang lekat dengan nilai-nilai keluhuran.

Bukan saya mengagungkan Jawa, tapi ajaran luhur tentang Tepo Seliro yang mengharuskan kita untuk menghormati orang lain dan menghargainya adalah sesuatu hal yang harus dimiliki dalam diri setiap orang, tanpa menggeser makna aslinya. Terutama bagi manusia yang berlabel masa-kini, modern, intelek, metropolis, dsb.

Apakah orang yang tidak memiliki tepo seliro masih bisa hidup berdampingan dengan orang lain? Tentu saja bisa. Tapi apakah mereka layak hidup berdampingan dengan orang lain?

Seperti beberapa waktu lalu saat saya sedang berbincang dengan salah satu kerabat tentang aktivitas didalam rumah. Saya bercerita kalau saya tidak bisa berdiam diri dikamar saat yang lainnya sedang berkumpul diruang tengah padahal saya sedang lelah karena seharian bekerja. Dan dia bilang katanya saya terlalu mempedulikan pikiran orang lain. Cuek saja, selama tidak melanggar nilai agama, kalau saya sih begitu, katanya. Entah kenapa, saya tidak begitu suka dengan pernyataan dia. Dalam hati saya berpikir, pasti orang ini tidak pernah tahu tentang namanya tepo seliro dan sungkan. Memang tidak melanggar nilai agama, tapi apakah itu pantas dilakukan? Akhirnya obrolan itu saya alihkan ke hal lainnya.

Bagi saya tepo seliro, sungkan dan unggah ungguh adalah keharusan selama itu baik dan tidak menyakiti orang lain.

Well, sekian dulu postingan.nya, sampai ketemu lagi..

0 komentar: